LP2M Institut Teknologi Sawit Indonesia melalui tim peneliti Program Studi Budidaya Perkebunan, Fakultas Vokasi, telah melaksanakan uji Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) terhadap Alat Pemupukan Multifungsi Sistem Tebar–Tutup. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototipe alat telah memenuhi kriteria TKT Level 5, yaitu teruji pada lingkungan yang relevan.
Alat ini dikembangkan sebagai solusi atas permasalahan pemupukan di perkebunan kelapa sawit rakyat yang selama ini masih dilakukan secara konvensional. Praktik penebaran pupuk tanpa penutupan tanah berpotensi menurunkan efisiensi hara dan meningkatkan pemborosan input. Menjawab tantangan tersebut, prototipe ini mengintegrasikan beberapa fungsi sekaligus dalam satu alat, meliputi penakaran dosis, penebaran pupuk, pembukaan permukaan tanah, serta penutupan pupuk.
Pengujian dilakukan di kebun percobaan Institut Teknologi Sawit Indonesia dengan fokus pada uji fungsi dan kinerja awal. Hasil uji menunjukkan bahwa seluruh komponen utama bekerja sesuai desain, alur kerja alat berjalan terpadu, serta dapat dioperasikan oleh satu orang operator tanpa sumber energi eksternal. Rata-rata waktu pemupukan per pokok tercatat 3 menit 22 detik, dengan tingkat efektivitas penutupan pupuk mencapai 73%.
Secara teknis, alat ini menggunakan prinsip mekanik sederhana berbasis gravitasi, mudah dioperasikan, dan sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi pekebun sawit rakyat. Dengan berat ±18 kg dan kapasitas muatan 10–12 kg pupuk butiran/kristal, prototipe dinilai cukup stabil dan fungsional untuk pemupukan lapangan skala terbatas.
Berdasarkan hasil tersebut, Alat Pemupukan Multifungsi Sistem Tebar–Tutup dinyatakan layak untuk dilanjutkan ke tahap pengujian operasional terbatas sebagai bagian dari upaya peningkatan TKT menuju Level 6. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hilirisasi riset terapan dan mendorong adopsi teknologi tepat guna di perkebunan kelapa sawit rakyat.
Tim Peneliti: Sakiah, S.P., M.P. dan Saroha Manurung, S.P., M.P.



